Tips Memilih Layanan 4G LTE dari Operator Seluler di Indonesia

Ketika membeli sebuah smartphone atau tablet dengan konektivitas 4G LTE tentu Anda akan dihadapkan pada pilihan penyedia layanannya. Beberapa operator seluler di Indonesia memang sudah menyediakan layanan internet super cepat ini, tapi ada baiknya Anda melakukan pertimbangan-pertimbangan yang kami uraikan berikut ini.

Kecepatan

foto: dazeinfo.com

Kenapa disebut 4G? Karena konektivitas LTE (Long Term Evolution) merupakan standar baru untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan saat ini. Dengan jaringan yang radio yang berbeda, LTE tetap menggunakan dasar jaringan dari generasi sebelumnya, yakni GSM, EDGE, UMTS/HSPA.

Sejatinya, LTE mampu berlari dengan kecepatan mencapai 299,6 Mbps untuk download dan 75,4 Mbps untuk upload. Sayangnya, operator seluler yang telah menyediakan layanan ini membatasi kapasitas dan kecepatannya karena terbentur regulasi tertentu.

Di Indonesia sendiri saat ini setiap operator yang menyediakan layanan 4G LTE memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Tapi menurut OpenSignal dalam laporan bertitel The State of LTE yang dirilis September 2015 menyebutkan bahwa XL Axiata sebagai operator penyedia layanan 4G LTE tercepat di Indonesia dengan rata-rata 12 Mbps dan menduduki perangkat ke-118 secara global.

Di bawah XL ada Telkomsel yang memiliki kecepatan download 11 Mbps dan Smartfren 10 Mbps. Sedangkan untuk Indosat (kini Indosat Ooredoo) berada di posisi paling bawah dengan kecepatan hanya 7 Mbps, di mana terbilang sebagai operator yang paling lemah kecepatan layanan 4G LTE-nya.

Cakupan

foto: audiencemedia.com

Ketika kecepatan menjadi sesuatu yang diandalkan bagi operator selular dalam memberikan layanan 4G LTE, luas cangkupan (coverage) tidak kalah pentingnya. Ibaratnya, untuk apa punya kecepatan tinggi tapi hanya di spot-spot tertentu saja?

Dalam hal ini, OpenSignal menyebut Smartfren sebagai operator yang memiliki cakupan terluas di Indonesia, yakni sebesar 78% atau menempati peringkat ke-32 secara global. Cakupan Smartfren diikuti oleh Telkomsel 35% dan Indosat 23%.

Dari sisi jumlah kota yang dicakup, Smartften menyediakan layanan 4G LTE hingga di 22 kota, sementara operator pesaingnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar dengan tidak lebih dari 10 kawasan.

Tarif

foto: spritlive.com

Menimbang budget untuk layanan 4G LTE bisa jadi hal yang tricky. Anda harus bisa membanding-bandingkan paket-paket yang melibatkan data internet, voice, dan pesan singkat (SMS). Selain itu, biasanya kuota data yang dimiliki juga harus dibagi dengan beberapa device lain yang Anda miliki via tethering Personal Hotspot.

XL membuka harga untuk layanan 4G LTE miliknya mulai dari Rp 120.000 dengan kuota 8 GB (4 GB + Bonus 4 GB di Jaringan 4G) selama 30 hari, Indosat mulai Rp 39.900 dengan kuota 2 GB selama 30 hari, dan Telkomsel punya Paket Basic untuk simPATI dan kartuAS dengan harga dan kuota masing-masing mulai Rp 80.000 untuk 2 GB dan Rp 60.000 untuk 1,3 GB selama 30 hari, serta kartuHalo mulai Rp 150.000 dengan paket data 4 GB, gratis voice 200 menit dan 200 SMS serta paket 3 judul film.

Dari ke semua operator tersebut, Smartfren merupakan yang paling kompetitif. Operator ini memberlakukan tarif mulai Rp 60.000 per bulan untuk kuota sebesar 4 GB ditambah bonus bicara ke operator lain selama 10 menit, sesama operator 1.000 menit, dan 100 SMS ke semua operator. Yang mencengangkan, terdapat pula paket True Unlimited yang memungkinkan pengguna menikmati layanan 4G LTE sepuasnya selama sebulan penuh hanya dengan tarif Rp 75.000 (hanya berlaku untuk perangkat Andromax 4G LTE).

Nah, dengan adanya klasifikasi di atas, apakah Anda sudah menemukan operator yang tepat untuk menikmati layanan 4G LTE di smartphone Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *